Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Akurat

Cara Menghitung Usia Kehamilan – Bagi tiap pasangan yang sudah menikah, mempunyai anak adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu. Karena itulah masa-masa kehamilan juga merupakan salah satu masa paling membingungkan dan juga menyenangkan. Apalagi proses kehamilan memakan waktu 9 bulan.

Menantikan kehadiran bayi pun juga salah satu hal yang membuat deg-degan pada calon ayah dan ibu. Tentu saja dengan kehadiran bayi akan membuat kehidupan rumah tangga semakin seru saja. Ibu hamil pun juga akanmulai mencari tahu cara menghitung usia kehamilan.

Dengan waktu yang tidak seingkat itulah maka banyak sekali ibu yang memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Hal ini agar mereka tahu bagaimana kesehatan si janin dan juga kapan mereka akan melahirkan. Berikut ini cara menghitung usia kehamilanyang mudah.

Beberapa Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Tepat

1. Menghitung Usia Kehamilan dengan Pemeriksaan USG

cara menghitung usia kehamilan dengan usg
drrina.id

Ada beberapa cara untuk menghitung usia kehamilan Anda dengan mudah. Salah satunya adalah dengan menghitung usia kehamilan dengan pemeriksaan USG

Nah, jika Anda ingin cara menghitung usia kehamilan yang akurat, maka sebaiknya Anda menggunakan metode USG ataupun ultrasonografi saja. Dengan menggunakan cara yang satu ini, maka hasil usia kehamilan sang istri pun akan lebih akurat dan dapat dipercaya pula.

Banyak sekali dokter kandungan yang menyarankan untuk melakukan pemeriksaan USG kepada semua wanita hamil. Apalagi jika fasilitas USG juga tersedia di sekitar kita. Sebagai informasi, tidak ada atuan khusus tentang berapa banyak wanita hamil boleh melakukan pemeriksaan USG.

Tapi jika ibu hamil tesebut dalam keadaan nomal, maka sang ibu hanya perlu melakukan pemeriksaan USG sebanyak 3 kali saja selama masa kehamilannya. Pemeriksaan USG yang pertama yaitu pada saat kehamilan mencapai umur 7 minggu untuk mengonfirmasi apakah sang istri hamil atau tidak.

Pemeriksaan USG pertama juga dapat membantu mengetahui kemungkinan sang ibu hamil di luar kandungan atau tidak, mengukur panjang si janin, serta untuk membantu mengetahui denyut jantung janin.

Untuk pemeriksaan yang kedua yaitu pada saat sang ibu sudah memasuki usia kehamilan mulai dari 18 hingga 20 minggu. USG yang kedua berfungsi untuk mengetahui apakah ada cacat pada janin. Pada usia ini pula ukuran janin sudah lebih besar jadi dokter kandungan juga bisa mendeteksi adanya kelainan pada anatomi si janin dengan lebih akurat.

Pemeriksaan USG yang kedua juga berguna untuk mengetahui apakah kehamilan tersebut adalah kembar atau tidak, mengetahui letak plasenta, dan mengetahui pertumbuhan janin sudah sampai tahap yang mana.

Pameriksaan USG yang terakhir atau yang ketiga adalah pada saat janin sudah berusia 32 minggu atau lebih. Pemeriksaan ini akan mengevaluasi berat dan ukuran janin, posisi plasenta, serta untuk mengatahui apakah ada kelainan pada janin lebih lanjut.

Jika ternyata ada kelainan pada janin, maka pemeriksaan USG pun harus dilakukan dengan lebih sering. Karena dokter kandungan juga harus melakukan evaluasi kepada janin secara berkala untuk melihat dan memastikan kelainan pada janin tesebut.

Cara menghitung usia kehamilan dengan USG memang cara yang paling mudah dan sering direkomendasikan oleh para dokter kandungan. Karena pemeriksaan USG mempunyai tingkat akurasi yang tinggi yaitu 95 persen. Karena itulah usia kehamilan juga lebih tepat.

Pemeriksaan USG juga bisa memperkiraan HPL atau Hari Perkiaan Lahir si bayi. Selain itu, dengan pemeriksaan USG pula maka calon ayah dan bunda bisa melihat “gambar” dari si janin yang muncul pada layar.

Sebenarnya cara menghitung usia kehamilan yang paling akurat dan tepat adalah dengan tahu kapan masa pembuahn. Namun hal ini justru sulit untuk mengetahui kapan terjadi pembuahan tersebut. Karena itulah banyak dokter yang merekomendasikan pemeriksaan USG saja.

Dengan menggunakan USG maka Anda bisa tahuusia kehamilan sang istri karena pemeriksaan yang satu ini mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Jadi, Anda tidak perlu pusing untuk tahu kapan terjadinya pembuahan karena dengan USG saja semua bisa tedeteksi dengan akurat.

2. Hitungan Kalender (Rumus Naegele)

Cara menghitung usia kehamilan selanjutnya adalah dengan menggunakan rumus Naegele. Karena itulah untuk cara yang satu ini sang istri aurs tahu tanggap berapa dia mengalami hari pertama haid terakhir atau HPHT.

Akan lebih baik lagi jika sang istri rutin mencatat tanggal berapa hari pertama haidnya untuk tiap bulan. Karena tanggal tersebut bukan hanya berguna sebagai cara menghitung usia kehamilan saja, namun juga berguna untuk tahu kapan masa subur si istri.

Saat sang istri sudah tahu tanggal HPHT-nya, maka langkah selanjutnya adalah dengan menghitung usia kehamilan tersebut. Mari kita hitung dengan mengaplikasikan rumus Naegele. Tidak perlu khawatir karena rumusnya mudah sehingga rumus ini bisa digunakan siapa saja.

Tanggal HPHT ditambah dengan angka tujuh, lalu bulan pada saat mengalami hari terakhir harus dikurangi dengan angka 3, sedangkan untuk tahunnya harus ditambah dengan angka 1.

Jika bulan-bulan seperti Januari, Februari, dan Maret tidak bisa dikurangi 3, maka tambah dengan 9. Sedangkan untuk tahunnya tidak perlu ditambah 1.

Agar Anda tidak semakin bingung, maka mari lihat contohnya saja. Contohnya HPHT sanga istri adalah tanggal 20 Juni 2018. Maka tanggalnya adalah 20 dan bulannya adalah 6 dan tahunnya adalah 2018. Mari kita aplikasikan rumus Naegele tesebut. Jadi, HPL sang istri jatuh pada tanggal

Maka Hari Perkiraan Lahirnya adalah,

Tanggal : (20 + 7) = 27 Bulan (6 – 3) = 3 Tahun (2018 + 1) = 2019
Jadi HPL sang istri adalah 27 Maret 2019

Namun tentu saja tidak seakurat itu. Bayi Anda belum tentu lahir pada tanggal 27 Maret 2019 karena seringnya sang bayi lahir 7 hari sebelum ataupun sesudah HPL. Untuk cara menghitung usia kehamilan dengan rumus ini tentu saja dengan melihat dari contoh.

Karena HPHT adalah tanggal 20 Juni, maka bulan pertama kehilan sanga istri adalah 20 Juli, lalu untuk 20 Agustus adalah bulan kedua kehamilan, dan begitu untuk seterusnya. Namun rumus ini hanya berlaku untuk wanita yang siklus haidnya normal dan teratur yaitu 28 atau 30 hari.

Namun jika Anda ingin melakukan cara ini maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan usia kehamilan jika menggunakan sistem HPHT. Seperti yang sudah kita sebutkan sebelumnya yaitu waniat yang haidnya normal dan teratur.

Untuk perhitungan kehamilan dengan menggunakan HPHT, maka hasilnya bisa Anda percaya jika sang istri mempunyai siklus menstruasi yang normal serta teratur yang mana adalah 28 atau 30 hari. Jika sang istri ternyata tidak mempunyai siklus menstruasi yang normal dan teratur maka tidak bisa.

Karena itulah kami tidak menyarankan Anda untuk menggunakan cara ini sebagai cara menghitung usia kehamilan yang efektif. Karena jika ternyata haidnya tidak normal dan teratur maka hasil dan akurasinya pun juga kacau.

3. Sistem Fundus Uteri

Cara menghitung usia kehamilan yang ketiga adalah dengan mengaplikasikan sistem fundus uteri. Untuk cara yang satu ini, maka sang isti harus meraba bagian rahimnya. Raba Rahim pada bagian yang terasa paling menonjol di dalam rahimnya.

Cara ini cukup sering dilakukan oleh para bidan maupun dokter kandungan pula. Mereka akan menghitung dari tulang kemaluan wanita. Jarak tulang kemaluan hingga fundus uteri atau puncak Rahim adalah 28 cm. Karena itulah bidan dan dokter kandungan bisa bisa tahu bahwa usia kehamilan memasukai usia 28 minggu dari sana.

Jika sang ibu hamil mempunyai berat badan yang normal, maka sang ibu bisa menghitung sendiri dengan meletakan kedua jarinya pada tulang kemaluan menuju ke fundus. Untuk teori yang ini bisa mengatakan bahwa usia kehamilan dapat ditentukan dengan menggunakan dua jari yang artinya adalah sudah memasuki 2 minggu usia kehamilan.

Apabila anda mengalami berat badan yang normal maka Anda dapat menghitung jarak tersebut dengan meletakan kedua jari dari tulang kemaluan ke fundus, teori ini mengatakan bahwa usia kehamilan dapat ditentukan dengan dua jari yang menandakan dua minggu usia kehamilan.

4. Rumus 4

Cara menghitung usia kehamilan selanjutnya adalah dengan menggunakan rumus 4. Untuk rumus ini memang cukup sulit namun rumus 4 ini hasilnya lumayan akurat asalkan sang istri juga mengingat kapan HPHT-nya.

Karena rumus 4 juga menggunakan HPHT dan tanggal Anda menghitung usia kehamilan. Mari kita simak contohnya saja di bawah ini.

Sekarang tanggal 29 April 2018 (29-04-2018) sedangkan HPHT-nya adalah 1 Januari 2018 (01-01-2018), maka: (tanggal-tanggal),(bulan-bulan) x 4 1/3
(29-1) (4-1) x 4 1/3
28 hari 1 bulan x 4 1/3

Lalu kalikan bulannya saja sehingga = 1 x 4 1/3
(1 x 1) + (4 x 1/3)
1 + 1.3 = 2.3

Kemudian tambahkan dengan 28 hari ke dalam minggu berarti 4 minggu atau sebulan. Lalu tambahkan 2.3 + 4 = 6.3 minggu, maka usia kehamilannya adalah satu setengah bulan.

5. Deteksi Gerakan Janin

Untuk cara menghitung usia kehamilan yang satu ini tidak mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Namun Anda bisa memperkirakannya dengan merasakan apakah ada gerakan janin di dalam perut Anda.

Jadi, jika Anda sudah bisa merasakan adanya gerakan janin yang bergerak di dalam perut Anda, maka sepertinya usia kehamilan Anda sudah mencapi usia 18 atau 20 minggu kehamilan. Namun untuk menggunakan cara ini maka harus dibedakan antara kehamilan pertama dan seterusnya.

Jika ibu hamil pertama merasakan gerakan janinnya pada usia 18 atau 20 minggu, maka ibu hamil yang sedang mengalami kehamilan kedua dan seterusnya baru bisa merasakan gerakan jann pada usia 16 hingga 18 minggu.

6. Menggunakan Kalkulator Kehamilan Online

Cara menghitung usia kehamilan yang terakhir adalah dengan menggunakan kalkulator kehamilan online. Untuk cara yang satu ini harus ingat HPHT. Cara ini tidak menggunakan rumus yang rumit karena dapat dilakukan dengan instan.

Sesuai namanya, kalkulator kehamilan online biasanya menggunakan aplikasi yang bisa Anda download ataupun menggunakan situs yang bisa Anda temukan di internet.

Itu dia 6 cara menghitung usia kehamilan. Setiap cara atau metode punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share!

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.